Sarjana Institut Pertanian Bogor ujung-ujungnya jadi Petani???

universitas

Bagi orang-orang berpendidikan yang update informasi, mungkin mendengar nama “Institut Pertanian Bogor” akan terbayangkan dipikirannya sebuah Universitas negeri Indonesia tempat berkumpulnya putra-putri terbaik Nusantara. Tetapi berbeda dengan masyarakat awam yang tinggal di daerah yang mungkin kurang update informasi dan minimnya pengetahuan mengenai pendidikan dan kehidupan dunia luar. Ketika mendengar nama “Institut Pertanian Bogor”, yang muncul dipikirannya adalah seorang mahasiswa dengan penampilan biasa-biasa saja, tidak modis, kuliahnya lebih sering turun ke lapangan (baca: sawah dan kebun), selalu membawa atribut pertanian ketika d kampus, dengan kata lain lulus dari IPB ujung-ujungnya akan jadi petani juga. Itulah mungkin yang ada dipikiran masyarakat awam yang belum tau apa itu Institut Pertanian Bogor.

Seperti halnya  saya dan rekan-rekan mahasiswa IPB satu daerah, ketika pulang ke kampung halaman di daerah Tapanuli Selatan Provinsi Sumatera Utara mengadakan Promosi IPB ke sekolah-sekolah yang ada di daerah tersebut. Banyak siswa-siswa yang beranggapan dan bertanya, “Kak, di IPB itu ngapain aja? Turun ke sawah yah? Wahhh kalo gitu gak mau ahh jadi petani”. Atau yang lebih memprihatinkan lagi adalah Guru sebagai pengajar yang berpendidikan tidak sepantasnya mengatakan seperti ini, “Wahh mahasiswa IPB modis-modis juga yah. Walaupun pertanian masih bisa bergaya.”

Pandangan dan paradigma masyarakat seperti di atas sudah semestinya harus di ubah. Anggapan mereka terhadap IPB yang demikian sudah semestinya di rombak dan diluruskan. Seperti visinya untuk menjadi perguruan tinggi berbasis riset kelas dunia dengan kompetensi utama pertanian tropika dan biosains serta berkarakter kewirausahaan, Institut Pertanian Bogor tidak hanya sekedar mencetak petani seperti dalam pandangan mereka, tetapi dalam realnya tujuan IPB adalah mencetak petani-petani berdasi (baca: petani sukses) dan pemimpin serta pemikiran-pemikiran baru. Banyak lulusan IPB yang menjadi pengusaha dan petani-petani berdasi berkat ilmu pertanian secara luas dan soft skill yang ia miliki. Tidak sedikit juga yang menduduki kursi-kursi pemerintahan baik daerah, provinsi, maupun negara.

Seperti yang dikutip dari prolog Rektor IPB Bapak Prof. Dr. Ir. H. Herry Suhardiyanto, M.Sc dalam sambutannya di buku informasi IPB, semangat membangun Indonesia itu diantaranya dapat diwujudkan dengan mendalami ilmu pertanian dalam arti yang seluas-luasnya di IPB. Pendidikan pertanian di IPB hendaklah tidak diterjemahkan sebagai pertanian dalam arti yang sempit. Berdasarkan pidato Presiden Soekarno (1945) berjudul “Pertanian adalah Soal Hidup atau Mati” dapat disimpulkan bahwa pertanian merupakan amanat penderitaan rakyat dan berperan penting bagi kehidupan dan penghidupan bangsa Indonesia. Dengan pengertian pertanian yang luas itu, sangat banyak lapangan pekerjaan yang harus digarap dan dikembangkan oleh puta-putri Indonesia.

Mengantisipasi hal tersebut, IPB terus melakukan berbagai transformasi menjadi perguruan tinggi bertaraf internasional dalam pengembangan sumberdaya manusia dan IPTEKS dengan kompetensi utama di bidang pertanian tropika, berkarakter kewirausahaan, dan bersendikan keharmonisan.

Insya Allah dengan terdaftarnya IPB sebagai 500+ Universitas TOP Dunia berdasarkan penilaian THES-QS tahun 2010, dapat menjadi modal dalam mewujudkan IPB sebagai universitas berbasis riset.

Sebagai perguruan tinggi yang otonom, IPB siap menjadi pelopor pengembangan dan pendidikan pertanian dalam arti yang seluas-luasnya yang didukung dengan keunggulan riset, inovasi teknologi dan berbagai bentuk pemberdayaan masyarakat.

Untuk itu, IPB mengembangkan 4 kelompok keilmuan yang meliputi 1) Sumberdaya Hayati, 2) Teknologi dan Keteknikan, 3) Ilmu Dasar dan Pengetahuan Alam, serta 4) Sosial, Ekonomi dan Manajemen yang dikelola oleh 9 Fakultas, 37 Departemen, 36 Mayor serta didukung 151 profesor, 539 dosen bergelar doktor dan 413 dosen bergelar master lulusan berbagai universitas  terkemuka dari seluruh dunia.

Program pendidikan sarjana IPB dilaksanakan dengan berbasis pada kurikulum sistem mayor-minor yang menawarkan lebih dari 500 kombinasi kompetensi. Kompetensi ini tidak terbatas pada aktivitas pertanian off farm, yang didalamnya tercakup agribisnis, agroindustri, agroservices, dan agrowisata di bidang pertanian, peternakan, kehutanan, perikanan, kelautan, dan kesehatan.

Dengan cara ini IPB menghasilkan populasi lulusan dengan kompetensi yang bergam, flexible, networkable dan convergent dalam bidang keilmuan/ keahlian/ kesarjanaan kelompok limu-ilmu pertanian. Dengan sistem ini, IPB akan menjadi ajang sociointellectual yang berbasis pada interaksi lintas departemen dan fakultas, sehingga membentuk atmosfir akademik yang kondusif dengan lulusan yang siap kerja.

“Universitas adalah pencetak pemimpin dan pemikiran-pemikiran baru, bukan pencetak kaum buruh, kaum pekerja kasar/profesional.”

Tentang Desi Harahap

> I am a moslem > I don't like smokers > My hobbies are reading novel, writing, cooking, traveling, and nature cruising.
Pos ini dipublikasikan di Corat-coret. Tandai permalink.

4 Balasan ke Sarjana Institut Pertanian Bogor ujung-ujungnya jadi Petani???

  1. maritohabibi berkata:

    “Pertanian adalah Soal Hidup atau Mati”

    hingot lalu baya orang tuakku di padang bolak.🙂

    Olo, mudah2an ma pandangan ni masyarakat bisa marubah, hrn asli do memang jot-jot hita bage on, apalagi di padang bolak. molo di dokkon sekolah pertanian natar bayang di pikiranni helei parsaba ma. manggolom pakkur dohot maroban hadangan tu saba,🙂
    padahal. molo di arti luaskon nabahatan do fungsi ni sikola pertanian. selain bisa mandiri mental wirausahape martamba juo.

  2. khalid_rtg berkata:

    olo mada kele e, jd parsaba bolak mada saolakon i..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s