Kau, Aku ,dan Dia (tentang Kita)

Aku adalah aku

Kau adalah kau

Dan dia adalah dia

               Aku tidak sama dengan Kau

               Dan kau tidak sama dengan Dia

               Begitu juga dengan Aku, tidak sama dengan Kau maupun Dia

Jadi, jangan samakan antara Aku, Kau, dan Dia

Itulah fatamorgana kehidupan…

               Tapi ingat,

                Aku, Kau, ataupun Dia memang berbeda

                Yah, Kita adalah keluarga di sini

Tahukah Kau saudaraku?

Sukamu adalah sukaku

Dan dukamu adalah dukaku

Kau adalah sumber semangatku

Kau adalah sumber cahaya

Yang membangunkanku di saat layu dan terlelap

                  Ingatkah Kau?

                  Saat pertama bertemu,

                  Kau menyambutku dengan salam dan senyum

                  hangat yang begitu tulus

Dan masih ingatkah Kau?

Di saat Aku terpasung dalam keterpurukan

Kau datang membawa kunci, untuk membuka rantai yang mengekangku

                   Di saat air mata ini mengalir

                   Kau datang dengan sejuta kehangatan

                   menghapus dukaku

Yah…

Kau begitu berarti dalam hidupku

Tanpa kehadiranmu, Aku bagaikan anai-anai

yang diterbangkan angin

Tak tau arah dan tujuan harus kemana

                   Dengan adanya Kau disini saudaraku

                   Kita sama-sama jalani hidup di rantau orang ini

                   Dengan tekad kuat Kita melangkah bersama

                   Menyongsong masa depan yang baik

Dan tahukah Kau saudaraku?

Aku, Kau, ataupun Dia

Kita adalah lilin-lilin kecil

yang dinyalakan dengan api cinta dan kasih sayang

                    Yahh awalnya hanya cahaya kecil

                     yang temaram

                     Tapi karena adanya Kau, Kau, ataupun Kau

                     Ruangan ini menjadi terang dan bercahaya

Yahh,

Kita adalah lilin-lilin kecil

yang berkumpul dan bernaung

dalam sebuah ikatan IMATAPSEL

dan akan menerangi ruangan ini

                     Tapi,

                      Ingat saudaraku

                      Kita jangan lupa

                      Kita jangan terbuai dengan nikmatnya surga dunia

                      Ataupun orang-orang di sekitar Kita

Jangan sampai lilin-lilin

yang telah dinyalakan dengan api cinta dan kekuatan

Ditiup angin ataupun

Jatuh…

Dan akhirnya…

MATI

                        Saudaraku,

                        Aku mengenalmu lewat jiwa

                        Bukan lewat mata…

Aku menjadikanmu Saudara

lewat hati,

Bukan sekadar basa-basi…

                        Sahabatku,

                         Aku tak ingin Kau, Kau, ataupun Kau

                         Hilang dari barisan ini

Karena tanpa adanya Kau di sini

Perjuangan ini terasa hambar dan kurang berarti

                          Aku tak tahu,

                          Seperti apa Aku dalam pandanganmu

                          Selayak apa Aku dalam ukhuwahmu

Tapi yang Aku tahu…

Meski dengan keterbatasanku

Berbalut kekuranganku

                             Aku menulis namamu di hatiku

                             Sejak awal,

                             Dan…

                             Takkan pernah terganti

                             Apalagi terhapus

                             Sebagai…

                             Saudaraku di hatiku

Kemarin,

Hari ini,

ataupun… Nanti

 

#Teruntuk rekan-rekan saya Imatapsel-Bogor angkatan 47 dimanapun berada

Puisi ini ditulis pada awal semester kuliah di IPB, di pertigaan malam detik-detik menjelang Maperca Imatapsel-Bogor 2010

Tentang Desi Harahap

> I am a moslem > I don't like smokers > My hobbies are reading novel, writing, cooking, traveling, and nature cruising.
Pos ini dipublikasikan di PUISI dan tag , , , , . Tandai permalink.

9 Balasan ke Kau, Aku ,dan Dia (tentang Kita)

  1. novita sahren berkata:

    soooo sweeettttt😀😀

  2. Yusuf Muhammad berkata:

    Subhanallah..
    Keren.. Saya penggemar puisi (meski gak gemar-gemar amat, hehe..)..
    Hoho, salam kenal..
    -Yusuf Muhammad, kshe47, Birena Al Hurriyyah IPB-

  3. Desi Harahap berkata:

    Azfar Reza Muqafa maksudnya??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s