Hujan

hujan181Hujan turun lagi sore ini. Angin memainkan ranting pepohonan. Suaranya seakan nyanyian sang pujangga yg sedang merindu.

Aku senang menikmati hujan. Karena ketika hujan meruntuhkan rintik raksasanya, aku bisa merindukanmu dengan sangat.

Aku pun begitu mendamba pelangi. Karena sepanjang kunikmati hujan, aku berharap matahari membiaskan rinai hujan dan menciptakan pelangi indah untukku, pun untukmu yg sedang menikmati hujan yg sama, walau di tempat berbeda…

Ini hujanku… Ini pelangiku… Dan mereka adalah kamu melalui tulisanku. Ku harap jika tiba masanya, suatu sore nanti, kita bisa menikmati hujan ini dari satu beranda yg sama, dari satu bingkai jendela yg sama. How’s romantic?

Bogor, 28 Okt 2014 at 5.40 pm.

Tentang Desi Harahap

> I am a moslem > I don't like smokers > My hobbies are reading novel, writing, cooking, traveling, and nature cruising.
Pos ini dipublikasikan di PUISI dan tag , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Hujan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s